SHOLAT MENGGUNAKAN SENDAL

 tersesat di padang pasir Saudi ...

Dari Abu Maslamah Sa’id bin Yazid beliau berkata,

سألتُ أنسَ بنَ مالكٍ: أكان النبيُّ صلى الله عليه وسلم يُصلي في نَعْلَيه قال: نعم

“Aku bertanya kepada Anas bin Malik, ‘apakah Nabi shallallahu’alaihi wa sallam pernah shalat memakai sandai?’ Beliau menjawab, ‘ya’” (HR. Al-Bukhari no. 386).

Dari Abdullah bin Syikhir radhiallahu’anhu beliau mengatakan,

صَلَّيتُ مع رسولِ اللهِ صلى الله عليه وسلم ، فرأَيْتُه تَنَخَّعَ ، فدَلَكَها بنعلِه

“Aku pernah shalat bersama Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam dan aku melihat beliau meludah (ke tanah) lalu menggosok ludahnya (di tanah) dengan sandalnya” (HR. Muslim no. 554).

Dari ‘Amr bin Harits Al-Makhzumi radhiallahu’anhu, beliau berkata,

رأيتُ رسولَ اللهِ يصلِّي في نعلَينِ مَخْصوفتَينِ

“Aku pernah melihat Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam shalat dengan memakai sepasang sandal yang memiliki mikhshaf” (HR. At Tirmidzi dalam Asy Syamail Al Muhammadiyyah no. 76, dishahihkan Al-Albani dalam Mukhtashar Asy Syamail no. 65).

Dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al Ash radhiallahu’anhu beliau mengatakan,

رأيت رسول اللهِ صلى الله عليه وسلم يصلي حافيا ومنتعلا

“Aku pernah melihat Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam shalat dengan tanpa alas kaki dan pernah juga dengan memakai sandal” (HR. Abu Daud no.653, Al-Albani dalam Shahih Abu Daud mengatakan hasan shahih).

Dalil-dalil di atas menunjukkan bahwa shalat memakai sandal adalah hal yang disyariatkan dan tidak terlarang. Namun bukan sesuatu yang dilakukan terus-menerus oleh Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam, sebagaimana ditegaskan dalam sebagian riwayat di atas bahwa beliau terkadang melakukannya dan terkadang tidak. Maka yang paling tepat dalam mengamalkan sunnah ini adalah terkadang shalat memakai sandal dan terkadang tidak.

Dan sebagian ulama memaknai bahwa kebolehan shalat memakai sandai ini dalam rangka memberikan rukhshah (kemudahan) yang dilakukan ketika ada kebutuhan. Seperti ketika shalat di luar bangunan, ketika di tengah tanah lapang, ketika di perjalanan, ketika shalat di rumah ketika lantai sangat dingin, dan semisalnya yang memang dibutuhkan kemudahan untuk shalat memakai sandal.

Artikel Muslim.or.id

Share:

BERATNYA URUSAN DARAH SEORANG MUSLIM

Mengenal Gurun Arab atau Arabian Desert ...

Ketahuilah bahwa urusan pertama kali yang kelak di hari kiamat akan diperhitungkan antara manusia adalah urusan darah.

Dari ‘Abdullah, ia berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَوَّلُ مَا يُقْضَى بَيْنَ النَّاسِ فِى الدِّمَاءِ

“Urusan pertama yang akan diselesaikan (pada hari kiamat) di antara sesama manusia adalah mengenai darah.” (HR. Bukhari no. 6864 dan Muslim no. 1678).

Ibnu Hajar rahimahullah berkata, “Amalan yang pertama kali akan dihisab adalah shalat. Namun perkara yang diselesaikan antara sesama manusia adalah mengenai masalah darah. Sebagaimana hal ini disebutkan sekaligus dalam riwayat An Nasai.” (Fathul Bari, 12: 189).

Mu’awiyah berkata bahwa ia pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

كُلُّ ذَنْبٍ عَسَى اللَّهُ أَنْ يَغْفِرَهُ إِلَّا الرَّجُلُ يَقْتُلُ الْمُؤْمِنَ مُتَعَمِّدًا أَوْ الرَّجُلُ يَمُوتُ كَافِرًا

“Setiap dosa akan Allah ampuni kecuali dosa orang yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja atau seseorang yang mati dalam keadaan kafir.” (HR. An Nasai no. 3989. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih).

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لَزَوَالُ الدُّنْيَا أَهْوَنُ عِنْدَ اللهِ مِنْ قَتْلِ رَجُلٍ مُسْلِمٍ.

Hancurnya dunia lebih ringan di sisi Allah dibandingkan terbunuhnya seorang muslim.[HR. An Nasai]

Dari Buraidah Radhiyallahu anhu, ia berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

قَتْلُ الْمُؤْمِنِ أَعْظَمُ عِنْدَ اللهِ مِنْ زَوَالِ الدُّنْيَا.

Dosa membunuh seorang mukmin lebih besar daripada hancurnya dunia[HR. An Nasai]

Hadits-hadits di atas menunjukkan bahwa betapa berat dan bahayanya membunuh satu jiwa seorang muslim tanpa jalan yang benar. Dan perbuatan tersebut termasuk dosa besar.

Mari jaga tangan, kekuatan, tindakan, jabatan dan apapun yang Allah berikan kepada kita sebagai sarana dalam ketaqwaan bukan sarana kesewenang-wenangan dan arogan, karena kelak semua akan di pertanggung jawabkan.

Join channel saluran WhatsApp 

https://whatsapp.com/channel/0029Vb6ewRv002TCp92UTg12

Share:

HUKUM IKUT DEMONSTRASI DAMAI

Arab Saudi Mau Bikin Kota Sepanjang 170 Km di Gurun Tanpa ...

Pertanyaan:
Bagaimana pandangan ahlu sunnah tentang aksi damai solidaritas ? Apakah kita boleh mengikutinya ?
 
Jawaban:
 
Pertama: Demonstrasi yang brutal maupun dengan cara damai telah terang-terangan menandakan keluar dari ketaatan pada penguasa.
Melakukan pembangkangan dari ketaatan kepada penguasa adalah haram dengan kesepakatan para ulama. Imam Nawawi rahimahullah berkata,
“Adapun keluar dari ketaatan pada penguasa dan menyerang penguasa, maka itu adalah haram berdasarkan ijma’ (kesepakatan) para ulama, walaupun penguasa tersebut adalah fasik lagi zholim” (Syarh Muslim, 12: 229).
 
Kedua: Demonstrasi adalah bentuk tidak taat pada penguasa, padahal taat kepada penguasa itu wajib meskipun ia zholim dan fasik.
Ketiga: Demonstrasi bukanlah jalan satu-satunya untuk mengajukan aspirasi kepada penguasa. Tidak baik jika ada seribu cara untuk meraih maslahat, namun yang dipilih adalah cara yang mengandung kerusakan.
Keempat: Cara mengajukan aspirasi kepada penguasa adalah dengan empat mata, bukan di depan khalayak ramai dan bukan dengan menyebarkan ‘aib penguasa di hadapan rakyat atau media.
Ibnu Abil Izz rahimahullah berkata, “Hukum mentaati pemimpin adalah wajib, walaupun mereka berbuat zholim (kepada kita). Jika kita keluar dari mentaati mereka maka akan timbul kerusakan yang lebih besar dari kezholiman yang mereka perbuat. Bahkan bersabar terhadap kezholiman mereka dapat melebur dosa-dosa dan akan melipat gandakan pahala. Allah Ta’ala tidak menjadikan mereka berbuat zholim selain disebabkan karena kerusakan yang ada pada diri kita juga. Ingatlah, yang namanya balasan sesuai dengan amal perbuatan yang dilakukan (al jaza’ min jinsil ‘amal). Oleh karena itu, hendaklah kita bersungguh-sungguh dalam istigfar dan taubat serta berusaha mengoreksi amalan kita” (Syarh Aqidah Ath Thohawiyah, hal. 381).

Sumber:
http://rumaysho.com/belajar-islam/jalan-kebenaran/3747-kerusakan-demonstrasi.html
Sumber: https://bbg-alilmu.com/archives/3268
Share:

WAJAR KALAU MUSUH MENGUSAI

5 Bahaya Minum Air Laut yang Perlu Anda ...

Diantara sebab terbesar hilangnya kenikmatan-kenikmatan, turunnya azab dan kesimpangsiuran berita dan informasi dan kesimpangsiuran berbagai urusan, yang membuat suasana hati terganggu, dan para penguasa yang buruk, adalah tersebarnya alat-alat musik  ditengah-tengah masyarakat dan mereka tersibukkan dengan alat musik tersebut.

Berkata Syekh Bin Baaz rahimahullah :

" فشو الغناء والملاهي في المجتمع من أعظم الأسباب لزوال النعم وحلول النقم وخراب الدولة وزوال الملك وكثرة الفوضى والتباس الأمور".

Tersebar luasnya musik dan alat-alat musik di masyarakat diantara sebab terbesar hilangnya kenikmatan-kenikmatan, menghalalkan (mendatangkan) adzab, kerusakan negeri, hilangnya kekuasaan, banyaknya kekacauan, dan simpang-siurnya urusan. (Majmuu'ul Fataawa 4/1624).

Dan beliau melanjutkan perkataannya :

فالجد الجد والبدار البدار قبل أن يحل بنا من أمر الله ما لا طاقة لنا به.

Maka bersungguh-sungguhlah dan bersegeralah (untuk bertaubat) sebelum datang kepada kita perkara Allah, yang kita tidak sanggup memikulnya. (Majmuu'ul Fataawa 4/1624).

Untuk itulah, janganlah heran jika musuh menjajah dan menguasai negeri, itu akibat mayoritas masyarakatnya, dari mulai pejabat negara, sampai rakyat jelata gandrung dan senang dengan musik. 

Berkata Al-Allamah Ibnul Qayyim rahimahullah :

والذي شاهدناه نحنُ وغيرُنا وعرَفناه بالتجارب أنهُ ما ظهرت المعازفُ وآلاتُ اللهو في قومٍ وفشَتْ فيهم واشتغلوا بها = إلّا سلّطَ الله عليهم العدوّ ، وبـُـلوا بالقحط والجَدب وولاةِ السوء . والعاقلُ يتأمّل أحوالَ العالم وينظر ؛ والله المستعان

"Apa yang kami dan yang lainnya menyaksikan, dan juga mengetahui berdasarkan pengalaman bahwa tidaklah menyebar alat- alat musik di tengah-tengah satu kaum dan mereka menyibukkan diri dengannya, melainkan Allah 'Azza Wa Jalla menjadikan para MUSUH MENGUASAI mereka, dan mereka ditimpa kekeringan, paceklik, dan para penguasa yang buruk. Seorang yang berakal memperhatikan dan melihat kondisi yang ada di dunia ini, wallahul musta'an. (Madarijus salikin: 1/ 496)

AFM


Share:

3 Prinsip Salafiyah yang Menumbangkan Akar Asy’ariyyah

 📎 HIDUPKANLAH SUNNAH. . 👤 Imam Bukhari ...

Dalam salah satu bantahan beliau terhadap kelompok Asy’ariyyah, Syaikh menjelaskan 3 prinsip utama Ahlus Sunnah wal Jama’ah yang tak bisa ditawar:

1)- Mendahulukan wahyu (naql) daripada akal (‘aql)
Kalau ada ayat atau hadits yang menurut logika sulit dipahami, maka wahyu tetap lebih utama. Ahlus Sunnah tidak menjadikan akal sebagai hakim atas agama.

2)- Semua hadits shahih adalah hujjah, baik mutawatir maupun ahad
Selama haditsnya shahih, maka bisa dijadikan dasar keyakinan. Tidak seperti Asy’ariyyah yang menolak hadits ahad dalam aqidah.

3)- Memahami dalil sesuai makna zhahir (apa adanya)
Kalau Allah mengatakan bahwa Dia beristiwa di atas Arsy, maka kita imani tanpa takwil, tanpa tahrif, dan tanpa tasybih. Apa yang Allah dan Rasul-Nya sampaikan, itulah yang kita yakini.

Inilah jalan para sahabat dan ulama Salaf. Siapa yang menyelisihi tiga kaidah ini, maka dia bukan Ahlus Sunnah wal Jama’ah, walau mengaku-ngaku.

Asy-Syaikh Falah bin Ismā‘īl al-Mandakar

رحمه الله

Baca lainnya :

https://almanhaj.or.id/12857-dakwah-salafiyyah-adalah-dakwah-ahlus-sunnah.html

https://almanhaj.or.id/3011-apakah-al-asyariyyah-termasuk-ahlu-sunnah.html

Allahu Yahdik

Share:

PENGIKUT SUNNAH SELALU SEDIKIT

Ahlussunnah Sangat Sedikit Jumlahnya

(1). Imam Hasan al-Bashri رحمه الله berkata :
“Sesungguhnya "AHLUSSUNNAH" adalah yg paling sedikit dari manusia pada zamannya yang telah lewat, dan mereka paling sedikit dari manusia pada zamannya yang tersisa. Mereka adalah orang2 yang tidak ikut2-an dengan orang2 yang bermewah-mewahan, dan tidak juga ikut dengan ahli bid’ah dalam kebid’ahan mereka. Dan mereka sabar di dalam menjalankan "SUNNAH" (ajaran Nabi ﷺ yang murni) hingga mereka bertemu Rabb mereka” (Sunan ad-Darimi 1/83)

(2). Imam Sufyan ats-Tsauri رحمه الله brkata :

إِذَا بَلَغَكَ عَنْ رَجُلٍ بِالْمَشْرِقِ صَاحِبِ سُنَّةٍ وَآخَرَ بِالْمَغْرِبِ، فَابْعَثْ إِلَيْهِمَا بِالسَّلَامِ وَادْعُ لَهُمَا، مَا أَقَلَّ أَهْلَ السُّنَّةِ وَالْجَمَاعَةِ

"Apabila sampai kepadamu (kabar) tentang seorang pengikut sunnah, yang satu berada di daerah timur dan yang lain di barat, maka kirimkanlah salam kepada mereka berdua, & doakan kebaikan untuk mereka. "SUNGGUH BETAPA SEDIKITNYA AHLUSSUNNAH WAL JAMA'AH" (lihat Syarhu Ushuli I’tiqadi Ahlis Sunnah Wal Jama’ah oleh Al-Lalika'i I/64 no.50, dan juga Hilyatul Auliyaa' VII/347)

(3). Imam al-Bukhari رحمه الله berkata :

أفضلُ المُسلِمِينَ رجلٌ أحْيَا سُنَّةً مِن سُنَنِ الرَّسُولِ ﷺ  قَد أُمِيتَت، فاصْبِرُوا يَا أصحابَ السُّنَنِ رَحِمَكُمُ اللهُ فإِنَّكُم أقلُّ النَّاسِ

"Kaum muslimin yang paling utama adalah seseorang yang menghidupkan "SUNNAH" Nabi ﷺ yang telah mati. Oleh sebab itu, bersabarlah wahai "Para Pengikut Sunnah" Nabi ﷺ, semoga Allah merahmati kalian. Sebab sesungguhnya kalian adalah golongan minoritas" (Al-Jaami' Li Akhlaq Ar-Raawi Wa Aadab As-Saami' 1/112)

(4). Imam al-Auza’i berkata tentang sabda Rasulullah صلى الله عليه و سلم : "Islam datang dalam keadaan asing dan akan kembali juga dalam keadaan asing". Adapun Islam tidak akan pergi, akan tetapi Ahlus Sunnah itu yang akan pergi sehingga tidak tersisa pada sebuah negeri melainkan satu orang. Dengan makna inilah didapati ucapan salaf yang memuji "SUNNAH", dan mensifatinya dengan asing, serta mensifati pengikutnya dengan kata "SEDIKIT" (Ahlul Hadiits Hum at-Thaa-ifah al-Manshuurah hal 103-104)

✍ Ustadz Najmi Umar Bakkar

Share:

Pernahkah Anda mendengar hadis Nabi tentang lalat?

 Keajaiban Hadits Lalat – WAHDAH ...

Pernahkah Anda mendengar hadis Nabi tentang lalat? Sebuah hadis dimana Nabi menyuruh para sahabat untuk menenggelamkan lalat apabila jatuh ke dalam air minum, dan kemudian membuang lalat tersebut.

“Jika ada seekor lalat yang terjatuh pada minuman kalian maka tenggelamkan, kemudian angkatlah (lalat itu dari minuman tersebut), karena pada satu sayapnya ada penyakit dan pada sayap lainnya terdapat obat.” (HR. Al Bukhari)

Hadis itu banyak dibahas. Beberapa bahkan bertanya, mengapa Nabi Muhammad meminta lalat itu malah dicelupkan ke dalam air minum. Bukankah lalat kerap hinggap di tempat-tempat jorok, sehingga bisa menularkan penyakit?

Bagaimana penjelasan hadist ini dilihat dari sudut pandang ilmiah?

Dikutip dari halaman situs Dr. Zaghloul El-Nagger, seorang professor Muslim di bidang sains, memberikan penjelasan ilmiah tentang Hadist ini. Menurut El-Nagger, hadis ini berarti bahwa lalat itu membawa penyakit di salah satu sayapnya, dan obat dari penyakit tersebut di sayap yang lain.

Ketika seekor lalat jatuh ke dalam wadah (makanan atau minuman), lalat tersebut membawa mikroba di salah satu sayapnya, sebagai pertahanan diri. Imam Ibnu Hajar mengatakan dalam komentarnya tentang hadis ini bahwa salah satu ulama mengamati bahwa lalat melindungi dirinya dengan sayap kiri, sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa lalat membawa obat atau penangkal di sayap kanan. Jadi jika lalat direndam di wadah tempat ia jatuh, obat penawar itu akan menghancurkan racun atau mikroba dengan kehendak Allah.

Beberapa orang tidak senang dengan ide membenamkan lalat dalam makanan atau minuman. Namun, ini bisa diterapkan dalam kasus-kasus darurat. Ketika, misalnya, seseorang berada di padang pasir, hanya memiliki sedikit air atau minuman. Dalam kasus ini orang itu tidak punya pilihan selain untuk melakukan seperti yang direkomendasikan oleh Nabi. Jika tidak, maka ia akan mati kehausan atau infeksi. Jika seseorang merasa jijik, maka ia tidak harus melakukannya, tapi ia tidak memiliki hak untuk menolak keaslian hadits ini. Hadits ini sangat otentik, seperti yang diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari.

Lalat merupakan serangga yang sangat umum dijumpai. Lalat memiliki hampir 87.000 spesies. Secara ilmiah telah membuktikan bahwa lalat-lalat itu hidup di sampah dan limbah bahan organik yang mengandung sejumlah besar bakteri, virus dan berbagai mikroba lainnya serta kuman.

Bakteri adalah organisme hidup yang sangat kecil. Mereka hidup dalam jumlah miliaran dalam satu gram tanah pertanian dan jutaan dalam setetes ludah. Pengaruh bakteri pada kehidupan biologis di bumi tidak terbatas, tanpa bakteri tidak ada tanaman yang bisa tumbuh, dan tanpa tanaman tidak akan ada kehidupan bagi manusia dan hewan di bumi. Sebagian besar bakteri tidak berbahaya, tetapi beberapa dari mereka bisa menyebabkan berbagai penyakit.

Virus, pada kenyataannya, adalah asam nukleat (baik DNA ataupun RNA). Allah Yang Mahakuasa memberi mereka kemampuan untuk membentengi diri mereka dengan lapisan protein, untuk membentuk unit terpisah yang disebut “virion”. Partikel virus atau “virion” memiliki kemampuan untuk menyerang sel-sel hidup (sel inang), memicu mereka untuk menghasilkan lebih banyak virus atau menghancurkan jaringan sel inang ini. Itu sebabnya virus bertanggung jawab untuk timbulnya berbagai macam penyakit, yang mempengaruhi tanaman, hewan dan manusia.

Ada jenis virus yang menginfeksi sel bakteri, yang dikenal sebagai “Bacteriophage.” Jenis virus yang membunuh sel bakteri ini dikenal sebagai “Virulent Bacteriophage”, sedangkan jenis virus yang tidak membunuh sel bakteri dikenal sebagai “Temperate Bacteriophage”. Ini adalah satu ke Maha Kuasaan Allah, Maha Suci Allah, untuk membuat segala sesuatu di alam semesta ini berpasangan, sehingga, hanya Allah, satu-satunya, yang tidak memiliki pasangan. Dengan demikian, Allah menciptakan laki-laki dan perempuan, siang dan malam, positif dan negatif, sebagaimana Allah menciptakan bakteri dan “Bacteriophage.” Hanya Allah yang tidak memiliki pasangan.

AllahYang Maha Kuasa, memberikan lalat kemampuan untuk membawa kuman pada salah satu sayapnya dan obat penawar pada sayap yang lain. Jika tidak,spesies lalat akan binasasekarang, semua terkena kuman ini. Namun, lalat-lalat itu masih ada di lebih dari 87.000 spesies.

Lalat membawa virus dari banyak penyakit, yang kemudian mencemari makanan, minuman dan tubuh. Penyakit yang diakibatkan oleh virus seperti flu, campak, gondok, cacar, kutil, demam kuning, penyakit hati menular, beberapa kasus kelumpuhan, beberapa jenis kanker, dan beberapa penyakit kronis dari sistem saraf pusat termasuk juga multiple sclerosis.

Virus juga menyebabkan banyak penyakit pada ternak, seperti pada domba, burung, serta bebek yang dapat masuk ke tubuh manusia melalui hewan yang terinfeksi itu. Beberapa tanaman seperti kentang, tomat, pisang dan tebu juga bisa hancur oleh infeksi virus.

“The Virulent Bacteriophage” membunuh sel bakteri yang menyerang dalam waktu yang sangat singkat. Sementara “Temperate Bacteriophage” menjaga sel bakteri untuk tetap hidup. Hal itu semacam kekebalan terhadap virus yang sama dan atau menghasilkan virus yang sama. Hal ini menjelaskan mengapa lalat membawa patogen pada salah satu sayapnya dan obat penawar pada sayap yang lain.

Sekelompok peneliti Muslim di Mesir dan Arab Saudi melakukan beberapa percobaan pada wadah berbeda yang berisi air, madu dan jus. Mereka membiarkan jenis cairan tersebut dihinggapi lalat. Kemudian mereka tenggelamkan lalat di beberapa wadah ini. Pemeriksaan mikroskopis menunjukkan bahwa cairan yang tidak ada lalat ditengelamkan mengandung banyak bakteri dan virus, sementara wadah yang lain di mana lalat benar-benar ditenggelamkan tidak terdapat bakteri dan virus.

Penemuan bahwa ada penangkal untuk patogen, dan bahwa ada berbagai jenis bakteri dan “Bakteriofag”, baru diketahui pada dekade terakhir abad ke-20.

Sedangkan Nabi menyinggung soal ini 1400 tahun yang lalu, ketika manusia hampir tidak tahu tentang fakta-fakta ilmu pengetahuan modern. Namun, jenis informasi yang akurat seperti ini, bahwa salah satu sayap lalat membawa penangkal patogen yang dibawa oleh sayap yang lain, hanya bisa berasal dari Wahyu Ilahi yang diajarkan kepada Nabi oleh Allah SWT. Subhanallah…

Sumber: Arrahmah. Com

Share:

CLICK TV DAN RADIO SUNNAH

Murottal Al-Qur'an

Listen to Quran

Jadwal Sholat

jadwal-sholat

Translate

TV Sunnah

POPULAR


Cari