MENENTUKAN HARI KAJIAN ATAU DAURAH BID'AH?

 Wisata Pantai Pasir Putih di Jawa ...

Sebagian orang mengatakan, "Yasinan setiap malam jumat kalian bid'ahkan, tetapi kalian daurah atau kajian setiap hari minggu, tidak bid'ah."

Pertama, saya balik tanya, kalau kajian dan daurah di hari ahad bisa dipindah waktunya, sesuai dengan kesepakatan waktunya ustadz yang mengisi dan kesediaan jamaah. Kalau yasinan malam jumat, bisa tidak dipindah malam senin atau ahad pagi?

Kedua, untuk kajian, ceramah atau daurah di hari tertentu, itu bukan perkara bid'ah, karena hal tersebut mempertimbangkan perkara kesempatan dan waktu bagi pengisi ceramah atau para jamaah. Dan juga menentukan waktu kajian, ceramah atau daurah ada dalil-dalil yang khusus yang menjelaskan tentang perkara ini. 

Abu Said Al-Khudri radhiyallahu anhu berkata, 

جاءت امرأة إلى رسول الله صلى الله عليه وسلّم فقالت : يا رسول الله ! ذهب الرجال بحديثك، فاجعل لنا من نفسك يوماً نأتيك فيه تعلّمنا ممّا علّمك الله، فقال : ” اجتمعن في يوم كذا وكذا في مكان كذا “، فاجتمعن، فأتاهنّ فعلّمهنّ ممّا علّمه الله .

Datang seorang wanita kepada Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam kemudian berkata ;

Wahai Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam, para lelaki telah pergi dengan membawa haditsmu. Berikan waktu sehari untuk kami, kami akan datang kepada Eangkau agar kami belajar apa yang telah Allah ajarkan kepada Engkau.’

Maka Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda ; ‘Berkumpullah kalian di lokasi anu pada hari anu’. Mereka lantas berkumpul dan beliau mendatangi mereka mengajari mereka apa yang telah Allah ajarkan kepada beliau. (HR. Bukhari) 

Dan Abu Sa’id al-Khudri radliyallahu anhu, 

قَالَتْ النِّسَاءُ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ غَلَبَنَا عَلَيْكَ الرِّجَالُ فَاجْعَلْ لَنَا يَوْمًا مِنْ نَفْسِكَ فَوَعَدَهُنَّ يَوْمًا لَقِيَهُنَّ فِيهِ فَوَعَظَهُنَّ وَأَمَرَهُنَّ..الخ

“Para wanita berkata kepada Nabi shallallahu alaihi wasallam: “Kaum lelaki telah mengalahkan kami (dalam ilmu agama). Maka tentukanlah untuk kami suatu hari dari hari-harimu (untuk mengajari kami)! Maka beliau menjanjikan kepada mereka suatu hari tertentu untuk bertemu dengan mereka. Maka beliau pun menasehati dan memberikan perintah kepada mereka.....” (HR. Al-Bukhari dan Ahmad).

Berkata Al-Imam Ibnul Mulaqqin asy-Syafi’i (wafat tahun 804 H) rahimahullah, 

وفيه سؤال الطلاب للعالم أن يجعل لهم يومًا يسمعون منه عليه العلم، وإجابة. العالم إلي ذلك، وجواز الإعلام بذلك المجلس للاجتماع فيه.

“Di dalam hadits ini terdapat dalil bolehnya para penuntut ilmu untuk meminta seorang alim agar menentukan hari ta’lim bagi mereka agar mereka bisa mendengarkan ilmu darinya di hari tersebut. Dan dalil atas bolehnya seorang alim mengabulkan permintaan mereka dan juga dalil atas bolehnya mengumumkan majelis perkumpulan tersebut.” (At-Taudhih li Syarh al-Jami’ish Shahih: 33/80).

Hujjah yang lain yang membolehkan kajian rutin di hari-hari tertentu, adalah atsar yang shahih dari amalan para salaf. 

Berkata Abu Wa'il rahimahullah, 

كَانَ عَبْدُ اللهِ يُذَكِّرُ النَّاسَ فِي كُلِّ خَمِيْسٍ فَقَالَ لَهُ رَجُلٌ يَا أَبَا عَبْدِ الرَّحْمَنِ لَوَدِدْتُ أَنَّكَ ذَكَّرْتَنَا كُلَّ يَوْمٍ قَالَ أَمَّا إِنَّهُ يَمْنَعُنِيْ مِنْ ذَلِكَ أَنِّي أَكْرَهُ أَنْ أُمِلَّكُمْ وَإِنِّي أَتَخَوَّلُكُمْ بِالْمَوْعِظَةِ كَمَا كَانَ النَّبِيُّ ﷺ يَتَخَوَّلُنَا بِهَا مَخَافَةَ السَّآمَّةِ عَلَيْنَا

Abdullah (Abdullah Bin Mas’ud) mengajar orang-orang setiap hari KAMIS. Lalu ada seseorang yang usul: “Wahai Abu ‘Abdirrahman, sungguh aku ingin seandainya anda mengajar kami setiap hari.” Ia menjawab: “Sungguh tidak ada yang menghalangiku dari hal tersebut selain aku takut membuat kalian jenuh. Saya menentukan jadwal dalam mengajar sebagaimana Nabi saw dahulu menentukan jadwal kepada kami karena takut jenuh menimpa kami.” (HR. Bukhari). 

Berkata Ibnu Abbas radhiyallahu anhuma, 

حَدِّثْ النَّاسَ كُلَّ جُمُعَةٍ مَرَّةً فَإِنْ أَبَيْتَ فَمَرَّتَيْنِ فَإِنْ أَكْثَرْتَ فَثَلَاثَ مِرَارٍ وَلَا تُمِلَّ النَّاسَ هَذَا الْقُرْآنَ

Berbicaralah kepada orang-orang setiap Jumat sekali, jika kamu enggan, maka dua kali, dan apabila kamu ingin lebih banyak lagi, hendaknya hanya tiga kali. Janganlah membuat orang-orang bosan dengan Al-Quran ini. (HR. Bukhari). 

Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah pernah ditanya tentang menentukan hari kajian, beliau pun menjawab, 

إن تحديد يوم معين منتظم لإلقاء محاضرة، أو حلقة علم ليس ببدعة منهي عنها، بل هو مباح، كما يقرر يوم معين في المدارس والمعاهد لحصة الفقه، أو التفسير أو نحو ذلك.

ولا شك أن طلب العلم الشرعي من العبادات، لكن توقيته بيوم معين تابع لما تقتضيه المصلحة، ومن المصلحة أن يعين يوم لذلك حتى لا يضطرب الناس. وطلب العلم ليس عبادة مؤقتة بل هو بحسب ما تقتضيه المصلحة والفراغ.

لكن لو خص يوماً معيناً لطلب العلم، باعتبار أنه مخصوص لطلب العلم وحده: فهذا هو البدعة.

كتبه محمد الصالح العثيمين في 28/5/1415 هـ." انتهى من "مجموع الفتاوى" (26/ 182)"

“Menentukan hari tertentu secara rutin untuk menyampaikan ceramah atau mengadakan halaqah ilmu tidak termasuk bid'ah yang dilarang, tetapi hal ini diperbolehkan, sebagaimana penetapan hari tertentu di sekolah-sekolah dan institut-institut untuk pelajaran fikih, tafsir, atau yang sejenisnya.

Tidak diragukan bahwa menuntut ilmu syar’i adalah bagian dari ibadah, tetapi penentuan waktunya pada hari tertentu mengikuti apa yang dianggap maslahat. Termasuk maslahat bahwa hari tertentu ditetapkan agar orang-orang tidak bingung. Menuntut ilmu bukanlah ibadah yang waktunya terbatas, melainkan disesuaikan dengan maslahat dan waktu luang yang ada.

Namun, jika hari tertentu dikhususkan hanya untuk menuntut ilmu dengan keyakinan bahwa hari itu memiliki keistimewaan khusus untuk menuntut ilmu, maka hal ini adalah bid'ah. (Majmu' al-Fatawa" (26/182)).

Dalil-dalil dan penjelasan para salaf di atas, merupakan hujjah bolehnya menentukan hari kajian di hari tertentu dan bukan perkara BID'AH YANG SESAT. 

AFM

Copas dari berbagai sumber

Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

CLICK TV DAN RADIO SUNNAH

Murottal Al-Qur'an

Listen to Quran

Jadwal Sholat

jadwal-sholat

Translate

TV Sunnah

POPULAR


Cari