Diantara sebab terbesar hilangnya kenikmatan-kenikmatan, turunnya azab dan kesimpangsiuran berita dan informasi dan kesimpangsiuran berbagai urusan, yang membuat suasana hati terganggu, dan para penguasa yang buruk, adalah tersebarnya alat-alat musik ditengah-tengah masyarakat dan mereka tersibukkan dengan alat musik tersebut.
Berkata Syekh Bin Baaz rahimahullah :
" فشو الغناء والملاهي في المجتمع من أعظم الأسباب لزوال النعم وحلول النقم وخراب الدولة وزوال الملك وكثرة الفوضى والتباس الأمور".
Tersebar luasnya musik dan alat-alat musik di masyarakat diantara sebab terbesar hilangnya kenikmatan-kenikmatan, menghalalkan (mendatangkan) adzab, kerusakan negeri, hilangnya kekuasaan, banyaknya kekacauan, dan simpang-siurnya urusan. (Majmuu'ul Fataawa 4/1624).
Dan beliau melanjutkan perkataannya :
فالجد الجد والبدار البدار قبل أن يحل بنا من أمر الله ما لا طاقة لنا به.
Maka bersungguh-sungguhlah dan bersegeralah (untuk bertaubat) sebelum datang kepada kita perkara Allah, yang kita tidak sanggup memikulnya. (Majmuu'ul Fataawa 4/1624).
Untuk itulah, janganlah heran jika musuh menjajah dan menguasai negeri, itu akibat mayoritas masyarakatnya, dari mulai pejabat negara, sampai rakyat jelata gandrung dan senang dengan musik.
Berkata Al-Allamah Ibnul Qayyim rahimahullah :
والذي شاهدناه نحنُ وغيرُنا وعرَفناه بالتجارب أنهُ ما ظهرت المعازفُ وآلاتُ اللهو في قومٍ وفشَتْ فيهم واشتغلوا بها = إلّا سلّطَ الله عليهم العدوّ ، وبـُـلوا بالقحط والجَدب وولاةِ السوء . والعاقلُ يتأمّل أحوالَ العالم وينظر ؛ والله المستعان
"Apa yang kami dan yang lainnya menyaksikan, dan juga mengetahui berdasarkan pengalaman bahwa tidaklah menyebar alat- alat musik di tengah-tengah satu kaum dan mereka menyibukkan diri dengannya, melainkan Allah 'Azza Wa Jalla menjadikan para MUSUH MENGUASAI mereka, dan mereka ditimpa kekeringan, paceklik, dan para penguasa yang buruk. Seorang yang berakal memperhatikan dan melihat kondisi yang ada di dunia ini, wallahul musta'an. (Madarijus salikin: 1/ 496)
AFM
WAJAR KALAU MUSUH MENGUSAI
3 Prinsip Salafiyah yang Menumbangkan Akar Asy’ariyyah
Dalam salah satu bantahan beliau terhadap kelompok Asy’ariyyah, Syaikh menjelaskan 3 prinsip utama Ahlus Sunnah wal Jama’ah yang tak bisa ditawar:
1)- Mendahulukan wahyu (naql) daripada akal (‘aql)
Kalau ada ayat atau hadits yang menurut logika sulit dipahami, maka wahyu tetap lebih utama. Ahlus Sunnah tidak menjadikan akal sebagai hakim atas agama.
2)- Semua hadits shahih adalah hujjah, baik mutawatir maupun ahad
Selama haditsnya shahih, maka bisa dijadikan dasar keyakinan. Tidak seperti Asy’ariyyah yang menolak hadits ahad dalam aqidah.
3)- Memahami dalil sesuai makna zhahir (apa adanya)
Kalau Allah mengatakan bahwa Dia beristiwa di atas Arsy, maka kita imani tanpa takwil, tanpa tahrif, dan tanpa tasybih. Apa yang Allah dan Rasul-Nya sampaikan, itulah yang kita yakini.
Inilah jalan para sahabat dan ulama Salaf. Siapa yang menyelisihi tiga kaidah ini, maka dia bukan Ahlus Sunnah wal Jama’ah, walau mengaku-ngaku.
Asy-Syaikh Falah bin Ismā‘īl al-Mandakar
رحمه الله
Baca lainnya :
https://almanhaj.or.id/12857-dakwah-salafiyyah-adalah-dakwah-ahlus-sunnah.html
https://almanhaj.or.id/3011-apakah-al-asyariyyah-termasuk-ahlu-sunnah.html
Allahu Yahdik
PENGIKUT SUNNAH SELALU SEDIKIT
(1). Imam Hasan al-Bashri رحمه الله berkata :
“Sesungguhnya "AHLUSSUNNAH" adalah yg paling sedikit dari manusia pada zamannya yang telah lewat, dan mereka paling sedikit dari manusia pada zamannya yang tersisa. Mereka adalah orang2 yang tidak ikut2-an dengan orang2 yang bermewah-mewahan, dan tidak juga ikut dengan ahli bid’ah dalam kebid’ahan mereka. Dan mereka sabar di dalam menjalankan "SUNNAH" (ajaran Nabi ﷺ yang murni) hingga mereka bertemu Rabb mereka” (Sunan ad-Darimi 1/83)
(2). Imam Sufyan ats-Tsauri رحمه الله brkata :
إِذَا بَلَغَكَ عَنْ رَجُلٍ بِالْمَشْرِقِ صَاحِبِ سُنَّةٍ وَآخَرَ بِالْمَغْرِبِ، فَابْعَثْ إِلَيْهِمَا بِالسَّلَامِ وَادْعُ لَهُمَا، مَا أَقَلَّ أَهْلَ السُّنَّةِ وَالْجَمَاعَةِ
"Apabila sampai kepadamu (kabar) tentang seorang pengikut sunnah, yang satu berada di daerah timur dan yang lain di barat, maka kirimkanlah salam kepada mereka berdua, & doakan kebaikan untuk mereka. "SUNGGUH BETAPA SEDIKITNYA AHLUSSUNNAH WAL JAMA'AH" (lihat Syarhu Ushuli I’tiqadi Ahlis Sunnah Wal Jama’ah oleh Al-Lalika'i I/64 no.50, dan juga Hilyatul Auliyaa' VII/347)
(3). Imam al-Bukhari رحمه الله berkata :
أفضلُ المُسلِمِينَ رجلٌ أحْيَا سُنَّةً مِن سُنَنِ الرَّسُولِ ﷺ قَد أُمِيتَت، فاصْبِرُوا يَا أصحابَ السُّنَنِ رَحِمَكُمُ اللهُ فإِنَّكُم أقلُّ النَّاسِ
"Kaum muslimin yang paling utama adalah seseorang yang menghidupkan "SUNNAH" Nabi ﷺ yang telah mati. Oleh sebab itu, bersabarlah wahai "Para Pengikut Sunnah" Nabi ﷺ, semoga Allah merahmati kalian. Sebab sesungguhnya kalian adalah golongan minoritas" (Al-Jaami' Li Akhlaq Ar-Raawi Wa Aadab As-Saami' 1/112)
(4). Imam al-Auza’i berkata tentang sabda Rasulullah صلى الله عليه و سلم : "Islam datang dalam keadaan asing dan akan kembali juga dalam keadaan asing". Adapun Islam tidak akan pergi, akan tetapi Ahlus Sunnah itu yang akan pergi sehingga tidak tersisa pada sebuah negeri melainkan satu orang. Dengan makna inilah didapati ucapan salaf yang memuji "SUNNAH", dan mensifatinya dengan asing, serta mensifati pengikutnya dengan kata "SEDIKIT" (Ahlul Hadiits Hum at-Thaa-ifah al-Manshuurah hal 103-104)
✍ Ustadz Najmi Umar Bakkar





