Orang-orang kafir, ahlul bid'ah, syiah rofidhoh, ahlul kalam (filsafat) dan aliran sesat lainnya menuduh Ibnu Taimiyyah rahimahullah sesat dan menyimpang.
Kalau memang ada penyimpangan, bisa dilihat di karya tulis beliau yang masih ada sampai sekarang. Tinggal tunjukkan kitab apa, jilid berapa, halaman berapa dan cetakan mana. Dan walaupun ada kekeliruannya, ya itulah manusia, tidak terlepas dari kesalahan.
Dan yang lebih menggelikan lagi menuduh Ibnu Taimiyyah rahimahullah orang yang bodoh. Padahal Kalau orang-orang tersebut menggunakan akalnya sedikit saja, tidak mungkin orang yang memiliki karya tulis yang begitu banyak dan murid-muridnya yang menjadi ulama-ulama besar adalah orang bodoh.
Diantara murid-murid Syekhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah :
Ibnu Qayyim
Adz Dzahabi
Ibnu Katsir
Ibnu Rajab Al Hanbali
Jamaluddin Al Mizzi
Muhammad Bin Muflih
Ibnu Qadii Al Jabal
Alimuddin Al-Birzaaliy
Umar Bin Ali Al Bazaar
Ibnu Fadhl Al Umari
Ibnu Syeikh Al-Hazamin
Ibnul Annajiih Al Harani
Dan lain sebagainya (murid-murid beliau) yang begitu banyak, semoga Allah merahmati mereka semua.
Murid-murid dan pengikut Ibnu Taimiyah, banyak memujinya dan menggelarinya Syekhul Islam, begitu pula ulama-ulama yang tidak sejalan dengannya. Perhatikan beberapa ulama, yang menggelarinya Syekhul Islam.
Imam Adz-Dzahabi rahimahullah berkata, ketika menyebutkan nama-nama syekhnya:
هو شيخنا ، وشيخ الإسلام ، وفريد العصر ، علماً ، ومعرفة ، وشجاعة ، وذكاء ، وتنويراً إلهيّاً ً، وكرماً ، ونصحاً للأمَّة ، وأمراً بالمعروف ، ونهياً عن المنكر ، سمع الحديث ، وأكثر بنفسه من طلبه وكتابته ، وخرج ، ونظر في الرجال ، والطبقات ، وحصَّل ما لم يحصله غيره .
Beliau adalah Syaikh kita, SYAIKHUL ISLAM, yang tiada tandingannya di zaman kita dalam hal ilmu, keberanian, kecerdasan, pencerahan spiritual, kedermawanan, ketulusan terhadap ummat, amar ma'ruf nahi munkar, dan mempelajari hadits. Beliau bersungguh-sungguh dalam mencari dan menuliskannya. Beliau meneliti berbagai golongan perawi dan memperoleh ilmu yang tidak diperoleh orang lain.
(Dhayl Tabaqaat al-Hanaabilah karya Ibnu Rajab al-Hanbali (4/390)).
Berkata Al Hafididz Jalaluddin As Suyuti rahimahullah,
ابن تيمية ، الشيخ ، الإمام ، العلامة ، الحافظ ، الناقد ، الفقيه ، المجتهد ، المفسر البارع ، شيخ الإسلام ، علَم الزهاد ، نادرة العصر ، تقي الدين أبو العباس أحمد المفتي شهاب الدين عبد الحليم بن الإمام المجتهد شيخ الإسلام مجد الدين عبد السلام بن عبد الله بن أبي القاسم الحراني ."
Ibnu Taymiyah, Asy Syekh, Al Imam, Al 'Allaamah, Al Hafidz, An Naqid (kritikus), Al Faqih, Al Mujtahid, Al Mufassir Al Bari', SYEKHUL ISLAM, 'Alamuz Zuhud, Nadiratul 'Ashri....." (Tabaqaat al-Huffaaz (hal. 516, 517).
Berkata Al Mulia Ali Qari rahimahullah,
"وهذا الكلام من شيخ الإسلام يبين مرتبته من السنَّة ، ومقداره في العلم ، وأنه بريء مما رماه أعداؤه الجهمية من التشبيه والتمثيل ، على عادتهم في رمي أهل الحديث والسنَّة بذلك.."
Ini kalam dari SYAIKHUL ISLAM yang menerangkan kedudukannya dari sunnah, dan posisinya di antara para ulama, dan ini menunjukkan bahwa dia tidak bersalah atas apa yang dituduhkan musuh-musuh Jahami kepadanya, bahwa dia menyamakan Allah dengan ciptaan-Nya, sebagaimana mereka biasanya menuduh para ahlul hadits dan ahlussunnah....(Mirqaah al-Mafaateeh oleh al-Mulla 'Ali Qaari (8/146, 147)). Dan masih banyak ulama yang lain.
Oleh karena, sangat-sangat keliru dan tuduhan tidak mendasar, kalau sebutan Syekhul Islam itu adalah dari salafi (yang mereka laqabi wahabi), karena ulama yang mengatakan Syekhul Islam jauh ratusan tahun sebelum adanya gerakan dakwah Syekh Muhammad Bin Abdul Wahhab rahimahullah.
AFM
Copas dari berbagai sumber
Home »
» DIANTARA MURID-MURID SYEKHUL ISLAM IBNU TAIMIYYAH






Tidak ada komentar:
Posting Komentar