✍ Mutiara faedah dari hadits Nabi صلى الله عليه وسلم.
Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda,
المؤمِنُ مرآةُ أخيهِ ، المؤمنُ أخو المؤمنِ يَكُفُّ عليهِ ضَيْعَتَه ويحوطُه مِن ورائِه. أخرجه أبو داود (4918)
"Seorang
mukmin itu cermin bagi saudaranya, dan seorang mukmin adalah saudara
bagi seorang mukmin lainnya, Membantu memperbaikinya dari kesalahannya
dan memperhatikannya dari belakang." (HR Abu Dawud, 4918 dihasankan
Al-Albany)
Faedah hadits ini, Seorang
Mukmin ketika menimbang saudaranya seperti ia sedang memandang di
cermin, yakni ia melihat dirinya sendiri. Sehingga ia tidak suka menimpa
saudaranya apa yang tidak ia suka jika menimpa dirinya. Hal ini seperti
sabda Nabi صلى الله عليه وسلم:
لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لِأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ
“Tidak beriman kalian, hingga ia mencintai untuk saudaranya apa yang ia sukai untuk dirinya sendiri” (Muttafaqun alaih).Seorang
Mukmin ketika melihat aib saudaranya, hendaknya menutupi dan
memperbaikinya dengan nasihat yang baik. Bukankah dirinya tidak suka
jika aibnya tersebar di tengah masyarakat. Nabi صلى الله عليه وسلم
bersabda :
وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
“Barangsiapa yang menutupi (aib) seorang Muslim, Allah akan menutupi (aibnya) pada hari kiamat”. (Muttafaqun alaih)Seorang
Mukmin tidak layak melakukan ghibah dibelakang saudaranya, karena ia
berarti seperti memakan bangkai saudaranya. Allah Azza wa Jalla
berfirman :
یَـٰۤأَیُّهَا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ ٱجۡتَنِبُوا۟
كَثِیرࣰا مِّنَ ٱلظَّنِّ إِنَّ بَعۡضَ ٱلظَّنِّ إِثۡمࣱۖ وَلَا تَجَسَّسُوا۟
وَلَا یَغۡتَب بَّعۡضُكُم بَعۡضًاۚ أَیُحِبُّ أَحَدُكُمۡ أَن یَأۡكُلَ
لَحۡمَ أَخِیهِ مَیۡتࣰا فَكَرِهۡتُمُوهُۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَۚ إِنَّ
ٱللَّهَ تَوَّابࣱ رَّحِیم.
“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah
kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka
itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah
menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka
memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa
jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha
Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.” [Al Hujuraat : 12].Seorang Mukmin tidak boleh mengambil harta saudaranya secara dholim, Allah berfirman :
یَـٰۤأَیُّهَا
ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ لَا تَأۡكُلُوۤا۟ أَمۡوَ ٰلَكُم بَیۡنَكُم
بِٱلۡبَـٰطِلِ إِلَّاۤ أَن تَكُونَ تِجَـٰرَةً عَن تَرَاضࣲ مِّنكُمۡۚ وَلَا
تَقۡتُلُوۤا۟ أَنفُسَكُمۡۚ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ بِكُمۡ رَحِیمࣰا
“Hai
orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu
dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku
dengan suka sama-suka di antara kamu. ” [Surat An-Nisa']
Dan anjuran-anjuran kebaikan lainnya yang sangat banyak dalam Islam.
(Subulus Salam Syarh Bulughul Maram, Imam Shon’ani)
Seorang mukmin tatkala melihat ada cacat pada saudaranya, maka segera
ia perbaiki cacat dan kekurangan itu, sebagaimana sabda Nabi صلى الله
عليه وسلم ,
المؤمن مرآة أخيه إذا رأى فيها عيبا أصلحه
"Seorang
mukmin itu cermin bagi saudaranya. Apabila dia melihat aib pada diri
saudaranya, maka dia meluruskannya." (HR Al-Bukhory dalam Adabul
Mufrod, 238 dihasankan Al-Albany)
Tatkala seorang mukmin menjafi cermin bagi saudaranya maka dia akan
berusaha membantu memenuhi kebutuhan saudaranya yang kekurangan berupa
makanan ataupun pakaian, sebagaimana sabda Nabi صلى الله عليه وسلم على,
من
أكل بمسلم أكلة فان الله يطعمه مثلها من جهنم ومن كسى برجل مسلم فان الله
عز وجل يكسوه من جهنم ومن قام برجل مسلم مقام رياء وسمعة فإن الله يقوم به
مقام رياء وسمعة يوم القيامة
"Barang siapa memberi makan orang Islam
dengan suatu makanan1, maka sesungguhnya Allah akan memberi makanan
kepadanya dengan makanan seperti itu dari neraka Jahannam. Barang siapa
memberi pakaian orangh Islam, maka Allah Azza wa Jalla akan memberi
pakaian dari neraka Jahannam, dan barang siapa berdiri atas orang Islam
dengan keangkuhan dan kesombongan, maka Allah akan berdiri baginya
dengan kesombongan dan keangkuhan pada hari kiamat." (HR Abu Daud, 40
Kitab Al-Adah, 35- bab Ghaibah dishahihkan Al-Albany) Seorang
mukmin yang menjadi cermin bagi saudaranya tidak angkuh dan sombong
dihadapannya, bahkan dia akan selalu berlaku lembut dan sopan,
sebagaimana yang Allah sifatkan tentang mereka,
محَمَّدٌ رَّسُولُ اللَّهِ ۚ وَالَّذِينَ مَعَهُ أَشِدَّاءُ عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاءُ بَيْنَهُمْ
"Muhammad
itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah
terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka."
[Al-Fath: 29] Seorang mukmin yang menjadi cermin bagi saudaranya akan selalu menolong nya dan memaafkan akan kesalahannya.
Wallahu a'lamAbu Yusuf Masruhin Sahal, Lc
.
..
Home »
» TATKALA SEORANG MUKMIN MENJADI CERMIN SAUDARANYA






Tidak ada komentar:
Posting Komentar